Attetion Game: dari Janji Hingga Korban Akademi Kripto

Nama pemilik Akademi Crypto (AC) viral karena “Attention Game.” AC merupakan platform yang menyediakan layanan edukasi seputar trading milik Timothy Ronald. Program itu menjanjikan keuntungan besar dalam waktu yang instan. Namun, apakah kenyataannya seperti itu? Artikel ini mengupas tuntas fakta, modus, dan bukti kerugian di balik fenomena ini.  

  1. Apa Itu “Attention Game”?  

Program ini dijual dengan iming-iming bahwa bisa dapat Rp10-50 juta/bulan hanya dengan memanfaatkan attention di media sosial. “Ini bukan investasi, tapi permainan perhatian.” klaim Timothy. Namun, realitanya para member harus mengikuti kelas berbayar dan mengundang orang baru untuk mendapat komisi.  

  1. Modus Penipuan yang Terungkap

a. Skema Ponzi Terselubung: Skema ponzi  merupakan salah satu bentuk penipuan finansial yang menjanjikan banyak keuntungan bagi korbannya. Di skema ini, keuntungan atau profit berasal dari uang anggota atau para investor.

b. Materi Kelas Tidak Berkualitas  
Materi yang diajarkan:  

  • Informasi umum tentang media sosial (bisa diakses gratis di YouTube).  
  • Tidak ada panduan teknis untuk monetisasi nyata.  

c. Manipulasi Psikologis  

  • Fear of Missing Out (FOMO): Perasaan gelisah/takut  tertinggal informasi pada sebuah trend yang sedang berkembang. Program ini sering menggunakan kalimat”Jika tidak ikut sekarang, kamu akan tertinggal selamanya!” untuk membujuk para penonton agar bersegara masuk ke dalamnya.
  • Gaslighting: Sifat meragukan persepsi sendiri saat melihat sesuatu. Selama program berjalan, saat peserta melakukan protes, mereka  malah disalahkan dengan kalimat “Kamu tidak disiplin!”.
  1. Bukti Kerugian Nyata:
    Testimoni Korban (Dari Grup WhatsApp Korban):  
      “Saya rugi Rp7 juta. Materi kelas cuma copy-paste dari blog gratis!” ujar @Andi (21 thn, Mahasiswa)
      “Saya dipaksa pinjam uang buat bayar membership, sekarang terlilit utang.” kata @Dina (19 thn, Pelajar)

Pelanggaran Hukum:  

  • Praktek akademi tadi diduga melanggar UU no.8 tentang perlindungan konsumen pasal 4 tahun 1999 karena janji tidak sesuai realita.  
  • Praktek akademi tadi juga diduga melanggar UU Tindak Pidana Perdagangan Orang no.21 tahun 2007 karena mengeksploitasi manusia.

 Alasan kenapa banyak yang tertipu?
a. Target Vulnerabel: Pelajar/mahasiswa yang ingin cuan cepat tapi minim literasi keuangan.  

b. Strategi Marketing Agresif: Timothy memakai testimoni palsu dan gaya hidup mewah sebagai umpan.  

c. Kurangnya Pengawasan Otoritas:  Program ini beroperasi di area abu-abu karena tidak jelas legalitasnya.

Tinggalkan Balasan