Saat Tiga Nol Dihilangkan: Generasi Cashless Menyambut Fenomena Redominasi

Di era digitalisasi saat ini Fenomena Redominasi, kita sebagai generasi muda tentunya sudah tidak asing lagi dengan e-wallet, e-money , QRIS, hingga mobile banking. Hampir setiap harinya, kita pasti menggunakan saldo di rekening mobile banking atau e-wallet untuk melakukan transaksi di berbagai kebutuhan, seperti membeli makan, membayar hasil fotokopi, memesan ojek online , dan lain sebagainya. Namun, tahukah kamu bahwa Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan wacana redominasi rupiah? Sebenarnya apa sih redominasi rupiah itu? Bagaimana dampaknya bagi perekonomian di Indonesia? Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut, mari kita bahas lebih dalam mengenai redominasi rupiah dan dampaknya bagi perekonomian di Indonesia.

Istilah redominasi ini masih sedikit asing dalam kehidupan masyarakat sehingga wajib diketahui dan dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman. Masyarakat masih sering mengalami kesulitan dalam membedakan redominasi dan sanering. Dalam mengatasi hal tersebut, Bank Indonesia (BI) memberikan penjelasan mengenai perbedaan redominasi dengan sanering. Menurut Bank Indonesia (dalam Alhusain, 2012), redominasi rupiah adalah pergerakan denominasi pecahan mata uang menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi angka (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut sehingga tidak memengaruhi daya beli masyarakat, sedangkan sanering adalah pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang yang memengaruhi daya beli masyarakat.

Dampak redominasi ini juga perlu diperhatikan lebih lanjut karena Indonesia pernah mengalami kegagalan dalam melaksanakan kebijakan redominasi rupiah pada tahun 1965, yang pada saat itu bertujuan untuk mengatasi hiperinflasi. Namun, persiapan yang kurang matang dan dilakukan secara tergesa-gesa justru membuat program redominasi tersebut gagal dan membuat inflasi di Indonesia menjadi lebih tinggi hingga berada pada posisi 650%.

Melihat dari pengalaman tersebut, pemerintah harus mempertimbangkan redominasi wacana sebelum diterapkan, agar tidak menimbulkan kekhawatiran baru di masyarakat. Tidak hanya itu, menurut Mirza Adityazwara (dalam Alhusain, 2012), syarat redenominasi ialah dapat dilaksanakan pada saat situasi ekonomi dan politik sedang stabil serta inflasi rendah, selain itu juga diperlukan persiapan dan sosialisasi yang secara baik.

Berdasarkan kondisi yang dipaparkan sebelumnya, kondisi perekonomian Indonesia saat ini dinilai sudah jauh lebih stabil dibandingkan pada tahun 1965. Oleh karena itu, beberapa ekonom memandang wacana redominasi ini sebagai suatu langkah yang positif. Ekonom utama Bank Dunia untuk Indonesia, Shubham Chaudhuri, menyatakan bahwa Indonesia berada dalam kondisi prima sehingga dianggap lebih siap menghadapi tantangan baru. Selain itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito juga menilai bahwa redominasi ini akan menyedehanakan penyimpanan data perdagangan saham dan meningkatkan efisiensi pasar modal.

Namun, terdapat juga beberapa ekonom yang khawatir akan risiko yang terjadi sehingga memandang bahwa redominasi wacana ini akan memberikan dampak negatif bagi keberlangsungan perekonomian bangsa, salah satunya adalah Pelaksana Tugas Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro, yang menyatakan bahwa redominasi bisa mengakibatkan inflasi, karena kemungkinan terjadi pembulatan harga barang (Alhusain, 2012). Di sisi lain, pengalaman positif dari negara lain yang berhasil melakukan redominasi menunjukkan bahwa kekhawatiran tersebut dapat diantisipasi, seperti yang terjadi di Turki yang berhasil melakukan redominasi dengan menghilangkan 6 angka nol pada mata uangnya. Redominasi yang mereka lakukan berhasil menekan laju inflasi dan menciptakan efisiensi dalam bertransaksi.

Pengalaman negara lain yang sukses dalam melakukan redominasi menunjukkan bahwa redominasi membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak, terutama para generasi muda yang terbiasa dengan kebiasaan cashless . Jika rencana redominasi ini diterapkan, maka akan menyebabkan perubahan tampilan pada nominal saldo, harga barang, dan seluruh proses transaksi digital. Oleh karena itu, pemahaman mengenai rencana redominasi sangat diperlukan agar kita tidak hanya menjadi pengguna sistem keuangan digital, tetapi juga mengetahui dampak dari penerapan kebijakan ini yang dapat langsung dirasakan.

CERI188 juga menawarkan bonus dan promosi menarik kepada pemain. Kami tidak hanya menawarkan bonus anggota baru kepada anggota baru, tetapi kami juga menawarkan promosi mingguan atau bulanan yang dapat meningkatkan peluang anda untuk memenangkan hadiah besar.Dengan segala fitur hebatnya tersebut, tidak heran jika CERI188 menjadi salah satu permainan online populer di Indonesia. Jadi tunggu apa lagi? Bergabunglah sekarang dan nikmati pengalaman judi online terbaik hanya di CERI188!

Tinggalkan Balasan