Inflasi Tak Terhindarkan, Bitcoin Berpotensi Meroket Meski The Fed Tak Pangkas Suku Bunga

Ketidakpastian ekonomi global terus membayangi pasar keuangan. Inflasi, yang sempat diperkirakan akan mereda dengan sendirinya, ternyata masih menjadi momok yang menghantui.

Pertanyaan besar yang muncul adalah, bagaimana aset-aset seperti Bitcoin akan bereaksi dalam kondisi ini?

Apakah pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) menjadi satu-satunya penentu nasib Bitcoin, atau ada faktor lain yang lebih mendasar yang perlu diperhatikan?

Narasi yang berkembang saat ini adalah bahwa semua jalan pada akhirnya akan mengarah pada inflasi, dan dalam skenario ini, Bitcoin memiliki potensi untuk menjadi salah satu penerima manfaat utama.

Argumen ini didasarkan pada beberapa faktor kunci:

Dinamika Suku Bunga dan Inflasi: Meskipun The Fed memiliki kekuatan untuk memengaruhi suku bunga, efektivitasnya dalam mengendalikan inflasi semakin dipertanyakan. Kebijakan moneter saja mungkin tidak cukup untuk mengatasi tekanan inflasi yang berasal dari berbagai sumber, seperti gangguan rantai pasokan global, peningkatan belanja pemerintah, dan pertumbuhan upah yang berkelanjutan.
Bitcoin sebagai Aset Lindung Nilai (Hedge): Salah satu daya tarik utama Bitcoin adalah sifatnya yang decentralized dan pasokannya yang terbatas. Hanya akan ada 21 juta Bitcoin yang pernah ada, yang secara teoritis membuatnya tahan terhadap inflasi. Ketika nilai mata uang fiat tergerus oleh inflasi, Bitcoin dapat berfungsi sebagai penyimpan nilai alternatif.
Peran Bitcoin dalam Lanskap Ekonomi yang Berubah: Pandemi COVID-19 telah mempercepat adopsi teknologi digital dan mengubah cara orang memandang uang. Bitcoin, sebagai bentuk uang digital yang decentralized, semakin relevan dalam lanskap ekonomi yang terus berkembang ini.
Analisis Teknikal dan Sentimen Pasar: Selain faktor fundamental, analisis teknikal juga menunjukkan potensi bullish untuk Bitcoin. Jika Bitcoin berhasil menembus level resistensi kunci, ini dapat memicu reli yang signifikan. Sentimen pasar secara keseluruhan juga penting. Jika investor mulai melihat Bitcoin sebagai aset safe haven yang lebih menarik daripada obligasi pemerintah atau emas, permintaan terhadap Bitcoin dapat melonjak.
Potensi Pembalikan Arah Kebijakan The Fed: Meskipun The Fed saat ini berkomitmen untuk memerangi inflasi, ada kemungkinan bahwa mereka pada akhirnya akan terpaksa mengubah arah kebijakan mereka. Jika pertumbuhan ekonomi melambat secara signifikan atau pasar keuangan mengalami tekanan yang parah, The Fed mungkin akan beralih ke kebijakan moneter yang lebih longgar, yang dapat memberikan dorongan bagi Bitcoin dan aset berisiko lainnya.
Faktor-faktor Global: Inflasi bukan hanya masalah di Amerika Serikat. Banyak negara di seluruh dunia juga bergulat dengan inflasi yang tinggi. Dalam lingkungan global seperti ini, Bitcoin dapat menarik minat investor dari berbagai negara yang mencari perlindungan terhadap devaluasi mata uang lokal mereka.
Kesimpulan

Meskipun masa depan selalu tidak pasti, ada alasan kuat untuk percaya bahwa Bitcoin dapat terus berkinerja baik, bahkan jika The Fed tidak memangkas suku bunga.

Tinggalkan Balasan